Tanjungpinang

Bahasa Tanjung Pinang


Sejak berada di Tanah Jawa banyak sekali perbedaan yang kutemukan, mulai dari bahasa, makanan, adat, kebiasaan, dan sebagainya. Setelah tinggal beberapa tahun di tanah jawa, logat bicaraku tidak begitu kental bahkan sudah tidak kelihatan kalau aku adalah anak Kepri. Sudah 8 Tahun sejak lulus sekolah dasar, aku melanjutkan studi di Jawa. Namun masih sering kata-kata yang biasa ku pergunakan, yang kuanggap itu adalah bahasa indonesia dan semua orang tahu, namun nyatanya mereka tidak mengerti. Maklum, bahasa yang kugunakan di Tanjungpinang, dikotaku bahasa Indonesia campur melayu jadi ada unsur-unsur kata yang tidak bisa dimengerti atau asing di telingat orang Jawa. Kata-kata yang tidak sengaja sering terucap :

“Lori” : Truk

“Kocek” : Saku

“Tilam” : Kasur

“Lasak” : Gak bisa diem

“Betepok” : Banyak

“Goli” : Kelereng

“Kaka” : Snack (Ciki kalau orang jawa bilangnya)

“Cumi-cumi” : Jeli kecil jajanan anak2

“Sotong” : Cumi-cumi

“Bilis” : Ikan Teri

“Air kotak” : Sebutan buat minuman yg packagingnya kotak, cth:Teh kotak dll

“Gula-gula” : Permen

“Laju-laju” : Ngebut, kendaraan melaju kencang

“Jangan Kuat-kuat” : Keras volume suara

“Pusing Kanan/Kiri” : Belok kanan/kiri

“Taknak” : Tidak mau

“Nak” : Mau (Nak kemana? = Mau kemana)

“Tak lah” : Tidak atau Bukan

“Tengok” : Lihat

“Enak betul” : Enak aja

“Apapulak”

“Kami orang”

“Kau”

“-Lah”

“e~” (dibaca kalau mengucapkan kata enak)

Apa lagi ya ?? Sampai lupa nanti kalau ingat di tambahin lagi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s