Story Of My Life

Bukan Orang Lain


Bukan memberi tahu kejelekan kita lantas berharap orang lain mewajarkannya, tapi bagaimana kita menahan kejelekan itu agar mereka bisa melihat usaha kita menguranginya
Anonim-

Jika kita mau membahas sesuatu, dalam segala hal ada baiknya melihat dari segala arah, melihat dari sisi yang berbeda tidak bisa hanya dilihat dari satu arah atau hanya sisi sebelah saja. Begitulah cara kita hidup, cara mengenal orang lain. Saya melihat quote bagus yang ditulis diatas, dan sangat setuju dengan cara berpikirnya. Namun sejauh ini dimana-mana kebanyakan orang tidak akan memberitahu kejelekannya (aib) kepada orang lain dan berusaha sebaik-baiknya menjalankan hubungan. Jika dilihat dari kasusnya, seseorang yang membeberkan kejelekannya sendiri kepada orang lain, bukan meminta orang lain untuk dapat memakluminya, justru ia ingin merubahnya menjadi lebih baik. Secara tidak langsung ia meminta orang lain tersebut untuk mengingatkannya jika ia melakukan suatu hal yang buruk dari kejelekannya tersebut. Kejelekan atau karakter tidak bisa hilang seketika, butuh proses untuk menguranginya untuk perubahan. Jika sudah begitu, ia  sudah menganggap seseorang tersebut bukanlah orang lain baginya, karena ia telah memberitahu kecacatan yang dimilikinya (baik itu fisik maupun sikap). Ketika sudah dilakukannya diluar batas, bukankah lebih baik mengingatkannya karena ia telah kehilangan jalan dan tersesat, bukan malah meninggalkannya ?

#BelajarMenjadiLebihBaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s