Cerpen

White Day


Title: White Day | Author: Deviens | Length: OneShoot
Rating: PG +15 |Cast: Yun Lunafly – Sulli F(x) |Genre : Romance
Note: Untuk semua fans, maaf kalo ceritanya kurang berkenan, selamat membaca 🙂

White Day

Member f(x) sedang asik berkumpul dirumah mungil Sulli yang terletak di Busan, karena kedua orang tua Sulli sedang bertugas ke luar kota para member pun menemaninya. Victoria dan Luna sedang membuat sesuatu untuk makan malam didapur sedang Krystal, Amber dan Sulli berada diruang keluarga tengah asik menonton siaran televisi kesayangan mereka.

“Bagaimana kuliahmu ?” tanya Amber membuka pembicaraan.
“Baik2 saja dan cukup membuatku kelelahan dengan segudang tugas” Jawab Sulli sambil memancungkan bibirnya
“Bodyguard2 itu masih rajin menemanimu kekampus ?” ledek Krystal
“Aku sungguh tidak menyukainya, tapi semua berakhir ketika seorang teman rela mengantar dan menjemputku, hihihi…” Krystal mengerutkan dahinya mendengar jawaban Sulli tanda tak mengerti. ‘Ting..Tong…’ Suara bell rumah Sulli terus berdering menanti seseorang membukakan pintu untuknya.
“Pengantar Pizza dataaaaaang..” teriak Amber yang sedari tadi menunggu sambil berlari membuka pintu utama rumah Sulli.
“Sulli, ada yang mecarimu” Teriak Amber memanggil Sulli yang sedang asik menonton televisi.
Na ?!” Sulli menunjuk dirinya sendiri
Pengantar Pizza, Anniya ?!” tanya Kristal heran, Amber kembali dengan langkah gontai, tanpa membawa Pizza yang dipesannya.
“Sudah ku suruh masuk, tapi dia memilih untukk tetap diluar” Lanjut Amber sambil membanting tubuhnya ke sofa tempat Sulli dan Krystal duduk.
Duguya… ?” Teriak Victoria Omma dari dapur.
“Yun” Jawab Amber singkat diikuti teriakan member lainnya.
Mwoo?!” Kristal tak percaya.
“Yuuuuuuuuuuuunnn?!” Teriak Victoria dan Luna secara bersamaan dari dapur.

***

Sulli bergegas keluar rumah menghampiri Yun yang sedang menunggunya. “Hai, Ada apa?” Sapa Sulli dari dalam rumah
“Ini..” Yun menyerahkan buku catatan yang dipinjamnya minggu lalu. “Terimakasih”.
“Sama-sama, sebenarnya kau tidak perlu buru-buru mengembalikannya. Oh iya akan kubuatkan minuman, ayo masuk” Ajak Sulli
“Tidak perlu repot-repot aku tidak akan lama. Sepertinya lebih enak jika kita bicara diluar” Yun menolak untuk masuk.
“Ah benarkah ? Baiklah kalau begitu kita mengobrol disana saja ya” Tunjuk Sulli pada sebuah bangku panjang ditengah taman mungil pelataran rumah. Yun mengangguk tanda setuju.
“Sedang merayakan sesuatu? Sepertinya semua berkumpul disini” Tanya Yun penasaran
“Haha tidak, kedua orang tuaku sedang keluar kota, unnie datang untuk menemaniku, Kau sendiri bagaimana Mr.Yun?” Sulli bertanya balik
“Aku tidak seperti Sam dan Teo”  Jawab Yun singkat.
“Mereka sedang merayakan sesuatu?”
“Tidak juga, Teo sedang mengotak-atik laptopnya diasrama, Sam pergi kencan, lalu Aku disini bersamamu” Dengan nada sedikit menggoda keduanya pun tertawa kecil.
“Sebenarnya aku ingin membuat pengakuan” Perkataan Sulli tiba-tiba mengagetkan Yun.
“Pengakuan apa?” Perkataan yang terputus itu membuat Yun semakin penasaran
“Aku harap kau tidak terganggu dengan kelakuan unnie2 ku yang sering mengolok-olok bahwa Kau dan Aku memiliki hubungan khusus. Semua berawal ketika mereka menyuruhku memilih antara Kau, Sam dan Teo. Tentu saja aku memilihmu dibanding dengan Sam yang sangat kaku dan si Crazy Teo.  Kau tahu kan mereka suka sekali bercanda”. Lanjut Sulli panjang lebar
“Kau memilihku ?” Tanya Yun meyakinkan dengan wajah sedikit tersipu.
“Ya.. Aku lebih nyaman bicara denganmu, seperti saat ini. Aku takut olok-olokan itu akan membuatmu menjauh menghindariku dan tidak mau berteman denganku lagi”. Jelas Sulli dengan melontarkan senyuman manisnya.
“Aku tidak pernah mempermasalahkannya. Aku juga menyukainya”Jawab Yun yang juga melontarkan senyum manis ke arah Sulli.

***

Disaat yang sama Victoria, Luna berlari dari arah dapur menuju ruang tengah dimana Amber dan Krystal berada. Apron masih menempel dibadan keduanya. Dengan menggebu-gebu penuh semangat Luna dan Victoria memulai mencari tahu.

“Ya !! kalian gak salah liat yang dateng Yun bukan Pengantar Pizza?” Tanya Luna masih tak percaya dengan apa yang didengarnya.
Babo ya! Tidakkah kau lihat tidak ada Pizza disini” Sahut Victoria
“Dia yang membukakan pintu” tunjuk Krystal kearah Amber sambil terus memakan cemilannya
“Yun kemari malam-malam begini tidakkah terjadi sesuatu diantara mereka? Ya! Jawab aku!!” Ucap Luna penasaran sekaligus kesal karena omongannya tidak di gubris oleh Amber sama sekali. Bagi Amber tema obrolan kali ini tidak menarik untuk dibahas.
“Hhftt.. Yun didepan lihat saja kalau tidak percaya. Mereka bahkan menggunakan couple shirt” jawab Amber malas namun dengan nada meyakinkan
Mwoo?!” Teriak Luna dan Victoria tak percaya secara bersamaan
“Ya unnie, apakah kalian sedang melakukan paduan suara? Kompak sekali(-_-“). Kalian tahu kan, Sulli menggunakan shirt bergaris putih, (Luna dan Victoria mengangguk-anggukkan kepala). Yun juga menggunakan shirt yang serupa shirt putih bergaris” Lanjut Amber
DaeeeeeeBAK !!” ucap Krystal. “Hoel..!” diikuti Victoria. Luna mengambil ponselnya dan segera berlari mengintip keberadaan Yun dan Sulli untuk memastikan kebenaran dari perkataan Amber. ‘Crek..Crek..Clik..Clik‘ Luna mengambil beberapa poto Yun dan Sulli dari dalam rumah menggunakan lensa super.
“Daebak..Daebak..” Tak henti-hentinya Luna mengatakan kata ‘Daebak’ sambil menyodorkan ponselnya kearah Victoria, Amber dan Krystal menunjukkan poto yang baru saja diambilnya.
“Baru kali ini aku melihatnya begitu serius, tapi mengapa suasana disana terlihat romantis?” Victoria menanggapi poto yang disodorkan Luna
“Tidakkah kau pikir, dia sedang mendengarkan pernyataan Cinta Yun ?” ucap Luna menerka-nerka.
“Aaahh…..” teriak keempatnya diikuti gelak tawa.

***

“Sepertinya aku harus kembali keasrama” Yun melihat jam yang melingkar ditangan kirinya.
“benarkah, tidak ingin makan malam bersama disini ?” tanya Sulli
“Tidak terimakasih, aku sudah janji untuk mengantar Teo kesuatu tempat” jelas Yun
“Ah~.. sayang sekali” ucap Sulli sambil beranjak dari bangku taman diikuti Yun dibelakangnya.
“Kau suka permen tidak?” tanya Yun kemudian sambil menyodorkan sebuah permen untuk Sulli
“Oh..Aku suka semua hal yang manis, Terimakasih” Sulli tersenyum dengan ceria
“Sampai jumpa dihari Senin, Jangan tidur larut malam” Yun mengingatkan
Arasso.. Kau juga hati2 dijalan” Sambil melambaikan tangan sampai Yun menghilang dipenghujung jalan terhapus oleh gelapnya malam

***

Sulli segera masuk ke ruangan dimana para unnie2 berkumpul. “Unnie…” panggil Sulli namun tidak ada yang merespon panggilannya tersebut. Dilihatnya Krystal, Luna dan Amber sedang asik memainkan ponselnya membiarkan televisi yang menyala. Dengan rasa penuh penasaran Sulli mendekati mereka dan memaksa duduk ditengah-tengah.
Bohe ?” tanya Sulli lagi2 tidak di gubris
“Sulli ya !! kurasa kau harus lebih lama lagi berada diluar !?!” Teriak Victoria dari dapur. Sulli berjalan menghampiri.
Wae? Makanannya belum masak” tanya Sulli polos
“Yang benar saja, aku sudah memanaskannya dua kali” ucap Victoria.
“Hah? Gak mungkin lah ini pasti baru masak kan?” sambil menunjuk soup ayam yang disajikan Victoria. Sulli tak percaya. Krystal, Amber dan Luna menyusul keruang makan untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan dari tadi.
“Kau lama sekali, kita jadi telat makan malam” kata Amber sambil menarik kursinya
“Lihat sudah jam berapa ini” ucap Krystal sambil menunjuk jam dinding di ruang makan. Waktu menunjukkan pukul 21.00
“Apa saja yang kau bicarakan dengan Yun selama tiga jam?” tanya Luna penasaran dengan muka penuh menggoda.
Mian unYun & Sullinie.. Yun hanya mengembalikan buku catatanku dan kami berbicara sedikit, tapi kenapa waktu ini berjalan cepat sekali?” ungkap Sulli tak percaya.
“Kau dan Yun menjadi Tranding Topic di SNS” kata Amber sambil menyantap makanannya Luna memperlihatkan poto yang diambilnya tadi.
“Ini memalukan..Tapi waahh kau mengambilnya dengan sangat baik unnie”. Sulli menanggapi dengan tersipu malu
“Katakan dengan jujur, kau dan Yun. Ada sesuatu diantara kalian kan ?” Selidik Victoria dengan nada mengintrogasi
“Tidak ada apa2, aku hanya mengaguminya dan kalian sudah tahu sejak lama kan” Jawab Sulli sambil menikmati soup buatan Victoria.
“Ya!!” teriakan Luna tiba-tiba membuat mereka semua berhenti menyantap. “Kau dan Yun merayakan White Day!” Lanjut Luna dan menyodorkan permen yang ditemukannya dibawah buku catatan yang baru saja dikembalikan oleh Yun.
White Day? Unnie jangan berlebihan dia hanya memberikanku sebuah permen sebagai ucapan terimakasih” Sulli tidak menanggapi dengan serius.
“Sekarang tanggal 14 March”. Victoria mengingatkan.
“Ah..~!!! Tapi aku tidak memberinya chocolate di bulan februari. Lalu mengapa Yun tidak mengatakan sesuatu ?” tanya Sulli dengan tampang polos dan innocentnya
“Biar kulihat.” Krystal merebut permen pemberian Yun dari genggaman Luna. “Boya…’For My Lovelylove Girl, forever & always’ ?Krystal membaca pesan yang tertera di permen tersebut dengan nada  jealous.
“Bukankah itu sebuah pengakuan?” timpal Victoria.
Anniya..Yun dan SoyouSulli membantah pikiran unnie2nya yang aneh
Anniya..Anniya.. Mereka tidak sedang berpacaran, yang artinya Yun adalah pria single” Sela Amber
Boyaaaa..Omma belikan aku permen seperti Sulli” rengek Krystal pada Vic Omma.
“Tenang saja aku akan memberikanmu yang banyak” Jawab Luna menenangkan, Victoria hanya tersenyum melihat tingkah lucu dari kelakuan adik-adiknya tersebut.
“Rasanya tidak akan sama, meskipun kau membelinya ditoko yang sama dengan Yun membelinya”
Wae..?”  tanya Luna
“Karena punya Sulli dibeli dengan rasa penuh ‘Cinta’!” jawaban Amber membuat seluruh member berteriak. “Aaaaa!!
Aiissh.. I’m  envious you” Ucap Krystal.
“Tapi unnie, Yun benar-benar tidak mengatakan sepatah katapun tentang ini, Boya?!”
“Call him..!!” perintah Krystal

***

Sulli mengikuti saran para unnie nya untuk menghubungi Yun melepaskan rasa penasaran dan menerka-nerka suatu hal yang tidak pasti. *boooooooooooong*(calling)
Ne, Sulli ssi..?” Yun menjawab panggilan telpon Sulli disebrang sana (Victoria berbisik :”loadspeaker2!!”)
Bohe ?” tanya Sulli
“Aku baru sampai asrama, Kau sudah baca pesanku ?”
Nee.. But why tonight ?” tanya Sulli penasaran
“Karena hari ini adalah White Day” jawab Yun singkat
“Sulli si, kamu tidak menunggunya terlalu lama kan ?” Lanjutnya
(Disisi lain Victoria: “Omo ~Omo~”, Krystal : “Hoel”, Luna:”Daebak!“)
“Ne–Ahh..Anniyo!” Sulli gugup mendengar pernyataan Yun.
“Karena aku tidak punya kesempatan untuk berbicara denganmu di kampus.”
Ne ?!” Sulli semakin bingung
“Ah Sulli, apakah kau berpikir bahwa aku bercanda?” Yun menyadari kebingungan Sulli
“Ya, makanya aku menelponmu, kau tidak mengatakan apapun tentang ini” terang Sulli
“Baiklah, Aku akan mengatakannya sekarang. You are mine, I want to confess so I asked you out and also… Iam yours !! Saranghae!
Victoria, Luna, Krystal, Amber : “AAAA~~…!!!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s