SEO

You and I


Title: You and I | Author: Deviens | Length: Oneshoot
Cast: Krystal f(x) – Luhan EXO| Disc:  This story belongs to Deviens, diikutkan dalam GiveAway Tema Cinta. Inspired by Ailee songs titled ‘YOU & I’

u n i

Diluar turun hujan sangat deras, mengguyur semua yang berada dibawahnya tanpa tersisa. Beberapa orang berlarian mencari tempat untuk berteduh. Krystal, terjebak didalam Café yang tak jauh dari kampusnya. Duduk disudut Café  pandangannya kosong menatap lurus kearah hiruk pikuk kota yang sibuk diguyur hujan dari balik kaca. Krystal sesekali menyapu uap air yang menempel halus dikaca dengan jari-jari tangannya. Seorang waiters mengantarkan secangkir cappucino yang tadi dipesannya. “Terimakasih” ucap Krystal. Krystal menarik secangkir cappucino yang masih mengepulkan asap panas, gambar kelinci yang terukir pada cappucino membuatnya tersenyum sendiri. *dingdong* (bunyi pesan masuk). Krystal mengambil ponsel dari saku tasnya, mengecek isi pesan tersebut satu per satu yang tak sempat di bacanya selama berada didalam Café ini.

1-“Krystal apa kau sudah pulang, aku tidak melihatmu disekitar kampus?
2-“Kau dimana ?Aku merindukanmu(^.^)”
3-“Diluar hujan deras, jangan sampai terkena hujan jaga diri baik-baik”
4-“Kau sudah makan? Jangan sampai telat makan. Aku menyayangimu”
5-“Apa kau baik-baik saja?”
6-” ….blablabla

“Cihh..mau apa lagi pria bodoh ini” gerutu Krystal dalam hati setelah melihat isi pesannya. “Aku benar-benar Bodoh!” Krystal menyandarkan kepalanya pada kaca jendela, hatinya mulai membuncah tak karuan. Ingatan Krystal kembali pada masa-masa dirinya dan Luhan menghabiskan waktu bersama.
‘Aku sudah lelah dengan semua ini Luhan. Berhentilah menggangguku, membuatku menjadi wanita terbodoh yang pernah ada. Berhentilah bersikap manis jika akhirnya kau lebih memilihnya. Aku tidak akan tertipu lagi oleh semua perhatian yang kau berikan, oleh semua kata-kata manis yang kau ucap, oleh semua bujuk rayumu. Aku begitu bodoh membiarkanmu memiliki hatiku, membirkanmu dengan mudah mendekap tubuhku, menggenggam erat tanganku, aku begitu mudah terhanyut dalam semua kelakuanmu’.

Wait a minute, wait a minute, will you get off of me?
Why are you doing this, let go of my hand
Even after hearing it several times, your words are all the same
Tired of all your lies and excuses now just get out my face

‘Aku sudah lelah dengan semua kebohonganmu. Kau terus saja mengatakan tidak terjadi sesuatu diantara kau dan Sulli, teman baikku sendiri. Kau menyangkal dan menggatakan bahwa itu hanya gosip. Kau mengatakan hal yang sama berulangkali terus menerus. Namun kenyataan berkata lain, aku melihatnya. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, kau melakukan hal sama untuknya seperti yang kau lakukan padaku bahkan lebih.

I want to stop fighting now  
There’s not a day where we just let things go
My days have no meaning now

‘Aku tak percaya dengan hal konyol yang kulakukan. Memalukan ! Kau membuatku runtuh, membuat hatiku remuk bahkan hancur berkeping-keping dan tak tau bagimana membuatnya utuh kembali. Semakin mengingatnya, hatiku terasa semakin sakit, sesak bahkan sulit untuk bernapas seperti ada sesuatu yang menyumbat saluran pernapasanku. Seharusnya dari awal aku tak perlu meladeni dan membiarkan pria tu memiliki hatiku. Sungguh Memalukan !’ *booooooong* (bunyi getar telepon), sesorang sedang mencoba menghungi Krystal disebrang sana namun Krystal tak bergairah untuk mengangkatnya dan dibiarkan hingga berhenti berdering. ‘Tap..Tap..Tap‘ terdengar bunyi langkah kaki pengunjung dari tangga Café yang terletak tak jauh dari tempat Krystal.

“Krystal.. Kau disini ?” Terdengar suara berat mengusik ketenangan Krystal. Krystal mendongak menatap dua sosok yang tepat berada dihadapannya sedang mengambil ancang-ancang untuk duduk ditempat yang sama, Sehun dan Luhan.
“Kenapa tidak bilang jika kau sendirian aku bisa menemanimu disini” Sehun melanjutkan ucapannya sambil mengibas ngibaskan rambutnya yang basah terkena siraman hujan.
“Iya, aku terjebak disini” Jawab Krystal
“Aku lapar sekali, apa kau sudah makan? Mau kupesan kan apa?” tanya Sehun
“Kau perhatian sekali Oh Sehun” Ledek Luhan
“Tentu saja” Sehun membalas ledekan yang dilontarkan padanya sambil melihat menu yang tertera pada papan
“Aku sudah makan”
“Kau ?”
“Samakan saja seperti pesananmu” jawab Luhan membuat Sehun beranjak untuk memesan makanan, meninggalkan Krystal dan Luhan dalam satu meja.Krystal kembali memandang kearah jendela, hujan sepertinya sudah mulai reda dan menyisakan genangan-genangan kecil pada trotoar. Hujan yang menempel di jendela kaca itu layaknya hidup perlahan mengalir turun. Rasanya malas sekali memandang kearah sosok yang sekarang sedang menatap dalam kearahnya.

.

.

.

*Hening* Detik berganti menit mereka lewati hanya terdiam, sibuk bergelut dengan pikirannya masing-masing.

“Kau tidak membalas pesanku?” tanya Luhan memecahkan suasana
“Aku tidak lihat”
“Kau juga tidak mengangkat panggilan telponku?”
“Aku tidak tahu”
“Ada apa, kau terlihat berbeda akhir-akhir ini?”

 I don’t smile even for one minute or one second
We can’t turn things back to how it was before
We became worse than strangers, we became burdens to each other

Krystal membalas tatapan sinis kearah Luhan. Dia tak habis pikir dengan pria yang sekarang berada dihadapannya ini. ‘Dia benar-benar bodoh atau pura-pura tidak tahu?’ Rasanya ingin sekali menumpahkan secangkir kopi cappucino ini tepat dimukanya. Iya Capucino yang tadi dipesannya. Krystal menatap kembali secangkir cappucino yang tak tersentuh olehnya mulai dingin. Uap yang tadinya mengepul hangat diatasnya perlahan menghilang seraya berjalannya waktu. Cinta itu benar-benar seperti Kopi’ pikir Krystal dalam hati. ‘Kopi itu enak ketika masih panas, namun jika langsung diminum akan cepat habis, jika dibiarkan terlalu lama maka akan dingin, jika dingin akan terasa tidak enak’ begitu juga dengan sebuah kata tak berwujud yang disebut dengan ‘Cinta’. Seberapa kerasnya Krystal berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa ini hanyalah rasa simpati, perasaan sesaat, hanya obsesi belaka. ‘Kau saja yang terlalu percaya diri menganggap ini adalah cinta’. Namun seberapapun kerasnya menepis semua perasaan ini, sebuah pertanyaan muncul dibenaknya :So If This ain’t Love then how would you define Love?’

Seberapa marah dan kesalnya, Krystal tidak pernah bisa untuk membenci pria yang telah membuatnya terlihat seperti wanita paling bodoh didunia. Mungkin ini yang dimaksud dalam pepatah bahwa ‘Cinta itu Absurd’. Disaat yang sama Sehun kembali dengan beberapa makanan yang dipesannya. Melihat suasana yang mengganjal Sehun menyerngitkan dahinya.

“Ada apa, kenapa hening sekali?” tanya Sehun
“Krstal terlihat berbeda dari biasanya, bukan ?”  Luhan menjawabnya dengan sebuah pertanyaan seperti mencari dukungan.
“Iya, kau terlihat lebih diam dalam beberapa hari ini, apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Sehun penasaran.
“Apakah terjadi sesuatu?” Luhan terus menatap dalam kearah Krystal
“Kau seperti orang yang tidak ku kenal” Kini sorot mata Luhan berubah menjadi penuh kekhawatiran. “Katakan saja jika terjadi sesuatu” Lanjutnya.
“Seperti Princess Aurora berubah menjadi Maleficent” ledek Sehun

Besides you, I have no one else
But I don’t care anymore,,

Krystal hanya tertawa garing menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan padanya.‘You Kidding right?’ Kau mengatakan seolah tidak pernah terjadi sesuatu. Setelah semua yang kau lakukan padaku dan berharap semuanya baik-baik saja. Aku bahkan tidak tahu siapa dirimu dan apa maumu. Aku jelas tidak mengenalmu Luhan.

“Kau ingin aku mengatakan sesuatu? Baiklah akan ku lakukan” Ucapan Krystal membuat kedua pria itu kebingungan. Krystal menuliskan sesuatu dibelakang kertas  struk pembayaran dan menyerahkannya ke Luhan.
You and I“Bagaimana denganku ?” tanya Sehun sambil menunjuk dirinya sendiri
“Bagaiman kalau mengantarkan ku pulang dan makan malam bersama ?” tawar Krystal
“Assaaah !! Yess !!” Sehun Kegirangan.
“Wait,wait. Biar Aku akan mengantarmu pulang bukankah kita searah?” Pinta Luhan
“Eits tidak bisa, kau tidak diundang” ledek Sehun sambil menjulurkan lidahnya dan melanjutkan menyantap makanannya dengan girang.

Krystal kembali tertawa kecil melihat dua sosok didepannya tersebut. Kali ini senyumnya tulus.  Krystal sempat melirik Luhan membaca secarik kertas yang diberinya. Kaget, kecewa dan sedih bercampur aduk terlukis diwajah Luhan. Wajahnya memerah setelah membaca pesan itu. Tampak seperti ia berusaha untuk menjelaskan semuanya namun tertahan oleh Sehun yang berada tepat disampingnya. Krystal tersenyum puas melihat ekspresi Luhan yang sedikit panik. Kali ini Krystal memandang dengan penuh percaya diri. ‘Aku akan berhenti, berhenti untuk menjadi orang bodoh. Berhenti  untuk percaya oleh semua kata-kata manis yang kau ucap, oleh semua bujuk rayumu dan berhenti untuk peduli padamu! Apapun yang terjadi, aku akan berdiri sendiri Lu, berdiri dengan kedua kakiku, tanpa bantuanmu, tanpa janji manismu, tanpa segala bualanmu, We are Done!

Sehun merapikan meja bekas makannya seakan memberi ancang-ancang untuk segera meninggalkan cafe. Krystal menyandang tas dipundaknya dan beranjak dari tempat duduknya mengikuti Sehun didepannya. Kakinya tersentak saat hendak melangkah, ia merasakan sesuatu meraih pergelangan tangannya membuat langkahnya tertahan. Luhan menggenggam erat pergelangan Krystal seakan berbica jangan pergi. Lagi2 Sehun hanya megernyitkan dahi tak mengerti dengan situasi yang sedang dilihatnya itu. “I’m OK” ucap lirih Krystal sambil perlahan melepaskan cengkraman tangan Luhan dari pergelangan tangannya.

You may think I’ll be crying here where you left me
But I’m alright

This is Magic of Love, Cinta dapat membuat seorang tersenyum meski saat terluka, dapat membuat menangis saat bahagia, dapat mendatangkan sedih kala bersama, dan dapat membuat tertawa saat berpisah.


——————————————————————————————————————–
Bukti Screenshot Follow akun twitter : 🙂

@RB_ian

@SR_Inisial@AgungMahend_ra@Sang_Penceloteh

2 thoughts on “You and I

    1. iya Sequelny belum jadi, hehe..
      makasih udah mau mampir dan baca cerpen amatir ini 🙂
      #Happy Blogging

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s